Permasalahan Kependudukan di Provinsi Lampung oleh Haikal Algivari

Nama     : Haikal Algivari
NPM      : 2215061093
Dosen    : Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I
Topik     : Permasalahan Kependudukan di Provinsi Lampung

A. Masalah Kependudukan

Dikutip dari Agustina Bidarti dalam bukunya Teori Kependudukan, masalah kependudukan bisa disebut juga sebagai masalah sosial karena terjadinya di lingkungan sosial atau masyarakat. Masalah kependudukan dapat terjadi karena adanya ketimpangan antara pertumbuhan penduduk dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Berikut merupakan beberapa masalah kependudukan yang terjadi di Indonesia.

1. Persebaran penduduk yang tidak merata
Luasnya wilayah yang dimiliki Indonesia tidak sebanding dengan pemerataan penduduknya. Ada daerah yang sangat padat, namun ada juga daerah yang sangat jarang penduduknya. Jakarta sebagai ibukota memiliki pertambahan jumlah penduduk yang signifikan setiap tahunnya. Hal ini tidak sebanding dengan kota-kota di wilayah timur yang jumlah penduduknya masih sangat sedikit di beberapa wilayah.

2. Jumlah penduduk yang besar
Menurut berbagai hasil riset, Indonesia menduduki urutan keempat negara terbanyak jumlah penduduknya setelah Cina, India, dan Amerika Serikat. Hal ini menjadi tantangan bagi pemerintah Indonesia untuk menjamin kesejahteraan jumlah penduduk sebanyak ini dengan kondisi ekonomi sebagai negara berkembang.

3. Pertumbuhan penduduk yang tinggi
Jumlah penduduk Indonesia yang sudah sangat banyak ini diperkirakan akan terus bertambah karena pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi. Hal ini disebabkan oleh angka kelahiran lebih tinggi dibandingkan dengan angka kematian.

4. Kualitas penduduk rendah
Saat ini, Indonesia masih bermasalah dengan tingkat pendidikan. Tingkat pendidikan yang rendah akan mempengaruhi kualitas penduduknya. Masyarakat Indonesia menjadi kurang memiliki keahlian dan keterampilan dalam bekerja. Hal ini berdampak pada sulitnya masyarakat untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan keahliannya. Selain itu, masyarakat Indonesia menjadi kalah bersaing dengan tenaga asing yang saat ini sudah banyak bekerja di tanah air kita.

5. Tingginya tingkat ketergantungan
Penduduk yang tidak bekerja disebut penduduk yang tidak produktif. Umumnya penduduk yang tidak bekerja adalah yang telah berusia lanjut atau masih anak-anak dan remaja yang juga disebut usia nonproduktif. Penduduk nonproduktif menggantungkan hidupnya pada penduduk produktif. Karena usia nonproduktif tinggi, maka tingkat ketergantungannya juga cukup tinggi. Golongan usia produktif menanggung terlalu banyak beban ekonomi dari penduduk usia nonproduktif ini.

6. Kepadatan penduduk
Beberapa kota besar di Indonesia tergolong sangat padat jika dibandingkan dengan luas wilayahnya. Tingginya kepadatan penduduk ini menyebabkan masalah-masalah sosial seperti pengangguran, kemacetan, kemiskinan, rendahnya pelayanan kesehatan, meningkatnya angka kriminalitas, pemukiman kumuh, lingkungan tempat tinggal yang tidak sehat, dan lain sebagainya.

B. Permasalahan Kependudukan di Provinsi Lampung

Selain menjadi permasalahan kependudukan dalam skala besar seperti Indonesia, masalah ini juga terjadi pada skala kecil seperti pada provinsi Lampung. Berikut merupakan jumlah penduduk di masing-masing wilayah di provinsi Lampung pada tahun 2019-2021.

Tabel jumlah penduduk di masing-masing wilayah di provinsi Lampung pada tahun 2019-2021 (sumber: lampung.bps.go.id)


Berdasarkan data di atas, salah satu masalah kependudukan yang terlihat adalah persebaran penduduk yang tidak merata. Pada tabel di atas, bandingkan antara jumlah penduduk terkecil di wilayah Pesisir Barat dengan jumlah penduduk terbesar di Lampung Tengah pada tahun 2021. Terlihat jumlah penduduk di Lampung Tengah bahkan hampir mencapai 9 kali lipat dari jumlah penduduk di Pesisir Barat. Tidak hanya kedua wilayah tersebut, perbedaan yang mencolok tersebut juga terdapat di wilayah lain. Hal ini menunjukkan adanya persebaran penduduk yang tidak seimbang di antara wilayah tersebut.

Masalah lainnya ialah jumlah penduduk yang besar. Jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di provinsi Kalimantan Tengah pada tahun 2020 yang mencapai 701.814 jiwa (sumber : sensus.bps.go.id), maka jumlah penduduk di provinsi Lampung pada tahun 2020 mencapai sekitar 13 kali dari jumlah penduduk di Kalimantan Tengah. Padahal luas wilayah Kalimantan Tengah lebih besar dari luas wilayah Lampung. Ini membuat wilayah Lampung merupakan wilayah dengan jumlah penduduk yang cukup besar dengan luas wilayah yang kecil.


C. Analisa Permasalahan

1. Akar Masalah
Menurut saya, akar dari permasalahan tersebut adalah akibat dari pembangunan dan infrastruktur yang tidak merata antara wilayah perkotaan dengan pedesaan, di mana wilayah perkotaan memiliki pembangunan dan infrastruktur yang lebih maju dari wilayah pedesaan. Hal ini membuat banyak masyarakat dari pedesaan berbondong-bondong pindah ke wilayah perkotaan. Alasan banyak masyarakat pedesaan pindah adalah seperti untuk mencari pekerjaan, pendidikan, dan kesehatan yang lebih baik. Dikarenakan mereka tidak mendapatkan hal tersebut di wilayah pedesaan, mereka terpaksa pindah dengan harapan mendapatkan hidup yang lebih baik di wilayah perkotaan dengan segala infrastruktur yang maju tersebut.

2. Pihak yang Terdampak
Akan ada banyak pihak yang terdampak, baik dari wilayah pedesaan maupun perkotaan. Pada wilayah pedesaan, perpindahan penduduk dari pedesaan ke perkotaan tersebut membuat desa menjadi sepi sehingga membuat perekonomian di wilayah pedesaan menjadi terpuruk dikarenakan kurangnya sumber daya manusia di sana. Pada wilayah perkotaan, akan muncul pemukiman kumuh akibat dari padatnya penduduk. Lalu meningkatnya ketidaksetaraan antar lapisan masyarakat dan muncul permasalahan sosial seperti kriminalitas. Persaingan pada wilayah kota pun menjadi lebih ketat dikarenakan banyaknya sumber daya manusia pada wilayah tersebut. Lingkungan pun menjadi terkena dampaknya dengan adanya polusi yang diakibatkan oleh padatnya penduduk.

3. Solusi yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah
Adapun solusi yang dapat dilakukan adalah seperti pengurangan pertumbuhan penduduk dengan program KB, meningkatkan pemerataan pembangunan, menciptakan lapangan kerja di daerah jarang penduduk, peningkatan kualitas kesehatan dan pendidikan pada daerah jarang penduduk, dan mengoptimalkan peranan BUMN dalam kegiatan perekonomian.

4. Pelaku Penerapan Solusi
Tentu pihak yang paling berperan besar dalam penerapan solusi terhadap permasalahan tersebut adalah pemerintah. Selain itu, masyarakat juga harus berperan pada penerapan solusi tersebut, setidaknya dengan memperbaiki mindset mereka, dengan begitu pemerintah dan masyarakat dapat bekerja sama agar permasalahan tersebut dapat terselesaikan dengan baik.

Postingan populer dari blog ini

Keamanan Digital, Etika, dan Privasi oleh Haikal Algivari