Keamanan Digital, Etika, dan Privasi oleh Haikal Algivari
A. Risiko Keamanan Digital
Risiko keamanan digital adalah setiap peristiwa atau tindakan yang dapat menyebabkan hilangnya atau kerusakan pada komputer atau mobile device hardware, software, data, informasi, atau kemampuan pemrosesan.
Kejahatan komputer adalah tindakan ilegal dengan menggunakan pengetahuan teknologi komputer untuk melakukan tindak kejahatan. Pencurian perangkat keras dan perangkat lunak (hardware dan software), manipulasi data, pengaksesan sistem komputer secara ilegal dengan telepon, dan mengubah program. Karakterisitik lain dalam definisi ini adalah komputer dapat secara aktif atau pasif terlibat dalam suatu tindak kejahatan. Pengubahan data secara ilegal dalam suatu database, perusakan file, dan penggunaan program pendobrak untuk mendapatkan akses ke dalam suatu sistem merupakan contoh-contoh keterlibatan komputer secara aktif. Kejahatan ini terjadi diantaranya terkait dengan hal yang bersifat privasi.
Cybercrime adalah tindak kriminal yang dilakukan dengan menggunakan teknologi komputer sebagai alat kejahatan utama. Cybercrime merupakan kejahatan yang memanfaatkan perkembangan teknologi komputer khususnya internet.
Contoh-contoh dari cybercrime adalah sebagai berikut :
1. Hacker adalah eseorang atau sekelompok orang yang mempelajari, menganalisa, dan selanjutnya bila menginginkan, bisa membuat, memodifikasi, atau bahkan mengeksploitasi sistem yang terdapat di sebuah perangkat seperti perangkat lunak komputer dan perangkat keras komputer seperti program komputer, administrasi, dan berbagai hal lainnya, terutama pada sistem keamanan. Hacking adalah suatu aktifitas dari hacker yaitu orang yang tertarik dan mendalami sistem operasi komputer sehingga mengetahui kelemahan yang ada pada suatu sistem tetapi tidak memanfaatkan kelemahan tersebut untuk hal kejahatan. Berbeda dengan Cracker dimana mereka memasuki sistem orang lain dengan tujuan kurang baik. Hacker dibagi menjadi 3, yaitu White Hat Hackers (hacker yang melakukan akses ilegal tetapi tidak merusak atau merugikan user yang akan mengakses), Black Hat Hackers (hacker yang melakukan akses ilegal dan merugikan user lain), dan Gray Hat Hackers (hacker yang melakukan pencurian data tetapi tidak menggunakannya sendiri dan biasanya dijual kepada orang lain).
2. Cracker adalah seseorang yang mengakses komputer secara ilegal dan bertujuan untuk menghancurkan data, mencuri informasi dan tindakan- tindakan lain.
3. Script Kiddie mempunyai arti sama dengan cracker tetapi dalam tahap belajar atau biasanya bisa disebut hacker pemula. Disebut Script Kiddie bukanlah sebuah kebanggaan karena umumnya diasumsikan sebagai Kid (anak) yang kurang memiliki kemampuan dan bermaksud hanya mencari sensasi.
4. Corporate Spies adalah mata-mata dalam perusahaan. Misalnya memata-matai perusahaan pesaing.
5. Unethical Employees adalah karyawan perusahaan yang biasanya melihat data informasi yang bersifat rahasia dan tidak diperbolehkan untuk dilihat.
6. Cyberextortionist adalah orang yang mengancam sebuah pihak untuk membayar dengan sejumlah uang dengan mengancam penyebaran data-data ataupun hal-hal lainnya.
7. Cyberterrorist adalah suatu bentuk kegiatan terencana yang termotivasi secara politis yang berupa serangan terhadap informasi, sistem komputer, program komputer, dan data sehingga mengakibatkan kerugian besar serta jatuhnya korban tak berdosa yang dilakukan oleh suatu kelompok grup atau perorangan.
B. Internet dan Network Attack
Malware adalah salah satu jenis software yang bisa mengancam kesehatan dan keamanan perangkat maupun jaringan komputer. Secara umum, malware bisa merusak, mengganggu, hingga melakukan eksploitasi sistem yang bisa menyebabkan kerugian. Malware adalah singkatan dari malicious software yaitu dari kata malicious yang berarti memiliki niat jahat dan software merupakan perangkat lunak. Malware biasanya bertujuan mencuri data dan informasi dari perangkat, selain itu malware juga bisa menjadi backdoor (pintu belakang) untuk masuknya hacker ke sebuah website.
Jenis-jenis malware adalah sebagai barikut :
1. Virus. Virus komputer masuk dalam salah satu jenis malware. Faktanya keberadaan dari virus komputer ini sudah ada sejak lebih dari 70 tahun silam. John von Neuman adalah orang yang melakukan sebuah penelitian tentang adanya replikasi diri pada program komputer. Jadi setiap program yang memiliki karakteristik memperbanyak jumlah diri dan menghancurkan data adalah masuk kategori ini. Virus komputer dalam rangka mereplikasi diri perlu manusia untuk tidak sengaja mengaktifkannya.
2. Worm. Program kecil yang satu ini mampu mereplikasi diri pada suatu komputer dan akan beraksi menghancurkan data. Biasanya menargetkan sistem operasi dan mampu membuat suatu drive menjadi kosong. Sebagian besar worms akan beraksi dengan adanya jaringan komputer.
3. Trojan. Trojan juga merupakan salah satu malware yang mana biasanya menyebar dengan jalan menyamar menjadi sebuah software yang baik. Bisa dengan jalan membujuk user melakukan instalasi terhadap software tersebut dalam komputer mereka.
4. Rootkit. Rootkits adalah salah satu jenis malware yang biasanya dipakai oleh hacker dalam mengumpulkan suatu informasi. Biasanya rootkit dapat melakukan instalasi secara otomatis, terutama saat sudah mendapatkan hak administrator. Sebagian besar rootkit susah dideteksi, karena mendeteksinya dapat merusak software yang biasa dipakai sebagai inangnya.
5. Spyware. Spyware adalah perangkat lunak yang bekerja untuk memata-matai. Seperti namanya: spy. Dikutip dari situs Kaspersky, spyware bisa diartikan sebagai software yang didesain untuk tujuan mengumpulkan data dengan cara memata-matai komputer atau perangkat lain, seperti ponsel. Setelah data suatu sistem komputer atau ponsel dikumpulkan, spyware akan mengirimkannya ke pihak lain tanpa sepengetahuan si pemilik yang menjadi terget serangan. Data-data yang dicuri ini bisa bermacam jenisnya, dari yang paling sederhana sampai yang rahasia seperti kata sandi, PIN, nomor kartu kredit, memantau tombol keyboard yang ditekan, kebiasaan browsing, mengumpulkan alamat surel, sampai memantau pergerakan korban dari GPS perangkat. Perlu digunakan program spyware remover untuk mendeteksi dan menghapus spyware dan program yang serupa.
6. Adware. Adware merupakan salah satu bentuk malware yang biasanya berupa advertising atau iklan pop up. Bila tiba-tiba muncul iklan saat menginstal program yang terjadi berulang, berarti komputer tersebut telah terinfeksi adware. Sifat adware ini biasanya lebih jinak dan tidak merusak, hanya beriklan saja seperti file yang kita unduh. Namun, seringkali membuat pengguna menjadi jengkel jika terlalu sering muncul. Perlu digunakan program adware remover untuk mendeteksi dan menghapus adware.
Botnet biasanya disebut sebagai zombie karena komputer ini akan terus berjalan dan mengirim program jahat ke seluruh dunia secara acak, kegiatan menyusupkan program-program tertentu kepada server-server komputer dimana program-program tersebut biasanya disusupkan sebagai worms, Trojan horse, atau backdoors, di bawah perintah Master Refer dan dikendalikan dengan sebuah remote,Sehingga program tersebut dapat bekerja kapan saja sesuai keinginan si Master tadi yang tujuannya untuk mengganggu ataupun merusak suatu jaringan atau system operasi komputer (kejahatan) yang berpotensi melumpuhkan jaringan internet secara luas.
Denial of Service Attack (DoS Attack) adalah percobaan masuk akses komputer dengan membuat layanan internet menjadi drop.
Back door atau "pintu belakang", dalam keamanan sistem komputer, merujuk kepada mekanisme yang dapat digunakan untuk mengakses sistem, aplikasi, atau jaringan, selain dari mekanisme yang umum digunakan (melalui proses logon atau proses autentikasi lainnya).
Spoofing adalah teknik yang digunakan untuk memperoleh akses yang tidak sah ke suatu komputer atau informasi, di mana penyerang berhubungan dengan pengguna dengan berpura-pura memalsukan bahwa mereka adalah host yang dapat dipercaya. Hal ini biasanya dilakukan oleh seorang hacker/cracker.
Firewall adalah adalah suatu sistem perangkat lunak yang mengizinkan lalu lintas jaringan yang dianggap aman untuk bisa melaluinya dan mencegah lalu lintas jaringan yang dianggap tidak aman. Umumnya, sebuah firewall diterapkan dalam sebuah mesin terdedikasi, yang berjalan pada pintu gerbang (gateway) antara jaringan lokal dengan jaringan internet. Firewall digunakan untuk membatasi atau mengontrol akses terhadap siapa saja yang memiliki akses terhadap jaringan pribadi dari pihak luar. Saat ini, istilah firewall menjadi istilah lazim yang merujuk pada sistem yang mengatur komunikasi antar dua macam jaringan yang berbeda. Mengingat saat ini banyak perusahaan yang memiliki akses ke internet dan juga tentu saja jaringan berbadan hukum di dalamnya, maka perlindungan terhadap perangkat digital perusahaan tersebut dari serangan para peretas, mata-mata, ataupun pencuri data lainnya, menjadi kenyataan.
C. Akses dan Penggunaan yang Tidak Sah
Akses yang tidak sah adalah penggunaan komputer atau jaringan tanpa izin. Sedangkan penggunaan yang tidak sah adalah penggunaan komputer atau data untuk aktivitas yang bersifat ilegal.
Kedua hal tersebut dapat diatasi dengan menggunakan teknologi-teknologi sebagai berikut :
1. Username (nama pengguna), adalah nama unik yang dibuat oleh pengguna suatu platform, berfungsi sebagai identifikasi akun selain password untuk login. Selain itu, username juga punya peran untuk mempermudah pencarian data pengguna.
2. Password (kata sandi) adalah kumpulan karakter atau string yang digunakan oleh pengguna jaringan atau sebuah sistem operasi yang mendukung banyak pengguna (multiuser) untuk memverifikasi identitas dirinya kepada sistem keamanan yang dimiliki oleh jaringan atau sistem tersebut.
3. PIN (Personal Identification Number) adalah kode pribadi numerik atau kata sandi unik yang sering dikaitkan dengan akun keuangan.
4. Biometric device adalah alat atau sistem yang menggunakan bagian tubuh manusia untuk kepastian pengenalan. Teknologi ini menggunakan bagian tubuh manusia yang unik dan tetap dari seseorang. Seperti sidik jari, mata, dan wajah seseorang. Jenis-jenis teknologi biometric device yang ada sekarang seperti fingerprint reader, face recognition system, hand geometry system, voice verification system, signature verification system, dan iris recognition system.
5. Two-step verification adalah metode keamanan dengan menggunakan dua metode terpisah, satu demi satu, untuk memverifikasi identitas pengguna.
6. Forensik digital adalah penemuan, koleksi, dan analisis bukti yang ditemukan pada komputer dan jaringan. Ini digunakan pada bidang hukum, keamanan, militer, dan agen asuransi.
D. Pencurian Software
Pencurian software meliputi pencurian media software, kesengajaan menghapus program, mendaftar/mengaktifkan sebuah program secara ilegal, dan menyalin sebuah program secara ilegal.
Perjanjian lisensi adalah kontrak antara dua pihak (pemberi lisensi dan penerima lisensi) di mana pemberi lisensi memberikan hak kepada pemegang lisensi untuk menggunakan nama merek, merek dagang, teknologi yang dipatenkan, atau kemampuan untuk memproduksi dan menjual barang-barang milik pemberi lisensi. Perjanjian ini merupakan ketentuan yang harus dilakukan sebelum menggunakan sebuah software.
E. Pencurian Informasi
Pencurian informasi terjadi ketika seseorang mencuri informasi pribadi atau rahasia. Seseorang tersebut lalu menggunakan informasi tersebut untuk mencuri uang, mendapat kredit, menyembunyikan identitas asli mereka, mendapat layanan, atau bahkan mendapat pekerjaan.
Cara-cara mencegah terjadinya pencurian informasi adalah sebagai berikut :
1. Enkripsi adalah metode dimana data dikodekan sedemikian rupa sehingga keamanan informasi tetap terjaga dan tidak dapat dibaca tanpa kita mengetahui kode untuk membukanya.
2. Tanda tangan digital (Digital Signature) adalah tulisan tangan, kadang-kadang diberi gaya tulisan tertentu dari nama seseorang atau tanda identifikasi lainnya yang ditulis pada dokumen sebagai sebuah bukti dari identitas dan kemauan.
3. Sertifikat digital adalah dokumen digital yang digunakan untuk menghubungkan kepemilikan kunci publik secara kriptografis dengan entitas pemiliknya. Sertifikat digital digunakan untuk berbagi kunci publik yang akan digunakan untuk enkripsi dan otentikasi.
4. Secure site adalah situs web yang menggunakan teknik enkripsi untuk mengamankan datanya.
F. Pencurian Vandalisme, dan Kegagalan pada Hardware
Pencurian hardware adalah tindakan mencuri peralatan digital. Sedangkan vandalisme hardware adalah tindakan merusak atau menghancurkan peralatan digital.
Pencegahan terhadap pencurian dan vandalisme pada hardware dapat dilakukan dengan kontrol akses fisik, sistem alarm, alat keamanan fisik (seperti penggunaan kabel dan kunci), dan penggunaan aplikasi tracking device.
Pencegahan terhadap kegagalan pada hardware dapat dilakukan dengan penggunaan surge protector, Uninterruptible Power Supply (UPS), penduplikasian komponen atau komputer, dan fault-tolerant computer.
G. Backing Up
Back up adalah memindahkan atau menyalin kumpulan informasi (data) yang tersimpan di dalam hardisk komputer yang biasanya dilakukan dari satu lokasi/perangkat ke lokasi/perangkat lain. Data atau kumpulan informasi tersebut bisa berupa file dokumen, gambar, video, audio, system windows, driver, atau software/program tertentu.
Metode back up yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :
1. Full, yaitu back up keseluruhan data.
2. Differential, yaitu back up file yang telah berubah sejak back up terakhir penuh.
3. Incremental, yaitu back up file secara bertahap.
4. Selective, yaitu back up file dengan cara memilih file yang ingin di back up.
5. Continuous data protection, yaitu seluruh data akan di back up setiap kali perubahan terjadi.
6. Cloud, yaitu back up data ke cloud.
H. Keamanan Nirkabel
Jenis-jenis keamanan nirkabel adalah sebagai berikut :
1. WEP (Wired Equivalent Privasi) juga disebut dengan Shared Key Authentication. WEP atau Shared Key Authentication merupakan metode pengamanan dengan menggunakan enkripsi kunci yang dimasukkan ke client maupun ke access point. Kunci atau kata sandi harus cocok dengan kata sandi yang diberikan akses point ke client. Singkatnya Keamanan WEP atau Shared Key Authentication yaitu Client harus memasukkan kata sandi/password authentication yang telah di tentukan oleh access point untuk dapat terhubung ke jaringan.
2. Wifi Protected Access (WPA) merupakan jenis keamanan untuk melengkapi dari sistem keamanan WEP. WPA mengimplementasikan standart IEEE 802.11i. Keamanan WPA didesain menggunakan PC yang berfungsi memberikan authetication server yang memberikan kunci pada masing-masing client dari suatu jaringan nirkabel yang menggunakan access point sebagai media sentral komunikasi. WPA menngunakan metode enkripsi algoritma RC4.
3. WPA2 adalah protokol keamanan jaringan nirkabel pengganti WPA. WPA2 menggunakan algoritma AES dan CCMP (Counter Cipher Mode with Block Chaining Message Authentication Code Protocol) sebagai pengganti TKIP. Oleh karena itu WPA2 menjadi protokol paling aman dibandingkan WEP dan WPA.
4. Wifi Protected Access – Pre Share Key (WPA-PSK) adalah pengamanan jaringan nirkabel teerproteksi melalui password. Pre Shared Key yaitu metode otentifikasi client dengan password hingga 133 karakter melalui teknik enkripsi. WPA menggunakan enkripsi TKIP.
5. Wifi Protected Access 2- Pre Share Key (WPA2-PSK) adalah sistem keamanan jaringan nirkabel / wireless yang terbaru yang lebih baik dari WEP dan WPA-PSK. WPA2-PSK menggunakan 2 jenis decryption yaitu Advanced encryption standard (AES) dan Temporal key Integrity Ptotokol (TKIP). TKIP mempunyai banyak kelemahan, Oleh karena itu lebih baik menggunakan AES. Dengan syarat router dan wifi adapter anda support WPA dan WPA2.
6. MAC address filtering adalah metode filtering untuk membatasi akses dari MAC address. Semua perangkat jaringan mempunyai alamat mac address. Cara kerja MAC Filtering yaitu Access point atau Router menseleksi komputer atau perangkat mana sayang yang dapat terhubung ke jaringan. Jadi, tidak semua perangkat dapat terhubung ke jaringan wifi tersebut.
I. Etika dan Masyarakat
Computer ethics adalah panduan moral yang akan menuntun kita ketika menggunakan komputer dan sistem informasi.
Information accuracy adalah ketepatan akan semua informasi yang ada di internet. Tidak semua informasi di internet benar.
Intellectual property rights memberikan hak kepada pencipta atas hasil pekerjaanya. Copyright memberikan pengarang dan seniman hak ekslusif untuk menduplikasikan, mempublish, dan menjual material mereka. Copyright melindungi ekspresi nyata dalam segala bentuk/material yang tersaji.
Code of conduct adalah panduan tertulis yang membantu seseorang untuk memberitahukan apakah halaman web tersebut beretika atau tidak. Berikut merupakan contoh IT code of conduct pekerja yang mungkin didistribusikan ke pekerja :
1. Komputer tidak boleh digunakan untuk membahayakan/merugikan orang lain.
2. Pekerja tidak boleh mengganggu pekerjaan komputer orang lain.
3. Pekerja tidak boleh mencampuri data komputer orang lain.
4. Komputer tidak boleh digunakan untuk mencuri.
5. Komputer tidak boleh digunakan untuk menanggung saksi yang salah.
6. Pekerja tidak boleh menggandakan dan menggunakan software secara ilegal.
7. Pekerja tidak boleh menggunakan sumber komputer lain tanpa otorisasi.
8. Pekerja tidak boleh menggunakan intellectual property orang lain sebagai miliknya.
9. Pekerja akan mempertimbangkan dampak sosial dari program dan sistem yang mereka buat.
10. Pekerja sebaiknya selalu menggunakan komputer dengan pertimbangan dan menghormati sesamanya.
Green computing termasuk dalam melibatkan menekan listrik dan sampah-sampah lingkungan ketika menggunakan komputer. Petunjuk atau saran green computing :
1. Gunakan komputer dan device yang memenuhi program Energy Star.
2. Jangan tinggalkan komputer yang sedang menyala sepanjang malam.
3. Matikan monitor, printer, dan device lainnya ketika tidak digunakan.
4. Gunakan monitor LCD daripada monitor CRT.
5. Gunakan metode paperless (sedikit menggunakan kertas) untuk berkomunikasi.
6. Daur ulang kertas.
7. Beli kertas daur ulang.
8. Daur ulang toner catridges (tempat tinta printer)
9. Daur ulang komputer lama, printer, dan device lainnya.
10. Telecommute untuk menyelamatkan gas.
11. Gunakan video conferencing dan VoIP untuk meetings.
J. Privasi Informasi
Privasi informasi adalah sebuah hukum dimana individu maupun perusahaan dapat melakukan penolakan terhadap penggunaan informasi tentang mereka. Contohnya : informasi tentang akun di bank dan informasi tentang pajak perusahaan.
Teknik-teknik untuk menjaga data personal pribadi yaitu :
1. Isi hanya informasi yang dibutuhkan untuk potongan harga,jaminan, dan formulir registrasi.
2. Jangan print ulang nomor telepon kamu atau nomor kemanan/jaminan sosial pada pemeriksaan personal.
3. Memiliki nomor telepon yang tidak terdaftar dan tidak dipublikasikan.
4. Jika ID penelepon tersedia di areamu, cari tahu bagaimana memblok nomor kamu dari tampilan sistem penerima.
5. Jangan menulis nomor telepon pada biaya atau kredit penerimaan.
6. Tanyakan pada pedagang untuk tidak menulis nomor kartu kredit, nomor telepon, nomor jaminan sosial, dan nomor SIM di bagian belakang pemeriksaan personal.
7. Beli barang dengan uang tunai daripada dengan kredit atau cek.
8. Hindari shopping club dan buyer cards.
9. Jika pedagang menanyakan pertanyaan pribadi, cari tahu mengapa mereka ingin tahu sebelum memberikan informasinya.
10. Beritahu pedagang bahwa kamu tidak mau mereka mendistribusikan informasi pribadi kamu.
11. Minta secara tertulis untuk dihapus dari mailing list.
12. Dapatkan laporan kredit kamu sekali dalam setahun dari setiap 3 laporan utama agensi kredit (Equifax, Experian, dan TransUnion) dan betulkan setiap error.
13. Minta kopian catatan medis sekali setahun dari Biro Informasi Medis.
14. Batasi jumlah informasi yang kamu sediakan di websites. Isi hanya informasi yang dibutuhkan.
15. Install cookie manager untuk menfilter cookies.
16. Hilangkan history file kamu ketika kamu selesai browsing.
17. Buat akun email gratis. Gunakan email ini untuk pedagang.
18. Matikan file dan printer bersama-sama pada koneksi internet.
19. Install personal firewall.
20. Daftarkan email filtering melalui internet access provider atau gunakan program antispam seperti Brightmail.
21. Jangan balas spam apapun alasannya.
22. Jelajahi web yang tidak dikenal dengan program seperti Freedom Websecure atau melalui website yang tidak dikenal.
Cookies adalah sebuah file teks kecil yang disimpan di dalam komputer dimana isi dari file teks menyimpan data-data dari alamat yang diakses. Alasan website menggunakan cookies :
1. Memungkinkan sebuah data melakukan personalisasi.
2. Menyimpan password.
3. Membantu dalam belanja secara online.
4. Memberitahu seberapa sering mengunjungi sebuah halaman website.
5. Sebagai target iklan.
Phising adalah pesan email yang dikirimkan kepada kita seolah-olah berasal dari email yang resmi. Umumnya, phising adalah penipuan yang dimana pelaku kejahatan mengirimkan email yang terlihat resmi untuk memperoleh data pribadi dan informasi keuangan kita. Untuk mengatasi phising kita dapat menginstall program phising filter pada komputer kita. Pharming adalah sebuah penipuan yang mirip dengan phising, dimana pelaku kejahatan berusaha untuk memperoleh informasi pribadi dan keuangan kita, kecuali mereka melakukannya dengan menipu.
Spyware adalah perangkat lunak yang bekerja untuk memata-matai. Seperti namanya: spy. Dikutip dari situs Kaspersky, spyware bisa diartikan sebagai software yang didesain untuk tujuan mengumpulkan data dengan cara memata-matai komputer atau perangkat lain, seperti ponsel. Setelah data suatu sistem komputer atau ponsel dikumpulkan, spyware akan mengirimkannya ke pihak lain tanpa sepengetahuan si pemilik yang menjadi terget serangan. Data-data yang dicuri ini bisa bermacam jenisnya, dari yang paling sederhana sampai yang rahasia seperti kata sandi, PIN, nomor kartu kredit, memantau tombol keyboard yang ditekan, kebiasaan browsing, mengumpulkan alamat surel, sampai memantau pergerakan korban dari GPS perangkat. Perlu digunakan program spyware remover untuk mendeteksi dan menghapus spyware dan program yang serupa.
Adware merupakan salah satu bentuk malware yang biasanya berupa advertising atau iklan pop up. Bila tiba-tiba muncul iklan saat menginstal program yang terjadi berulang, berarti komputer tersebut telah terinfeksi adware. Sifat adware ini biasanya lebih jinak dan tidak merusak, hanya beriklan saja seperti file yang kita unduh. Namun, seringkali membuat pengguna menjadi jengkel jika terlalu sering muncul. Perlu digunakan program adware remover untuk mendeteksi dan menghapus adware.
Social engineering diartikan sebagai mendapatkan akses tanpa izin atau memperoleh informasi yang rahasia dengan mengambil keuntungan dari kepercayaan dan kenaifan.
Employee monitoring melibatkan penggunaan komputer untuk mencari tahu, mencatat, dan memeriksa kembali penggunaan komputer pekerja, termasuk komunikasi seperti pesan email, aktivitas keyboard, dan website yang sering dikunjungi.
Content filtering adalah proses membatasi akses pada material tertentu pada web. Banyak program internet security yang memasukkan kemampuan content filtering, di mana user dapat memblok websites dan aplikasi yang ditentukan.
Web filtering software adalah program yang membatasi akses pada website yang ditentukan.