Career in It
Nama Anggota :
1. Reza Rafli Fahlendi (2215061049)
2. Haikal Algivari (2215061093)
3. Andreas Pujo Santoso (2215061101)
Kelas : PSTI A
1. Skill dan pengetahuan apa saja yang dibutuhkan untuk dapat menjajaki bidang karir IT tersebut?
Jawab
Untuk hardskill yang diperlukan untuk menjadi seorang data analis, yaitu:
1. Data Visualisation
Visualisasi data merupakan representasi data dengan cara yang lebih mudah dicerna, mencakup gambar, grafik, bagan, peta, dan lainnya. Visualisasi ini memberikan informasi yang lebih baik dan lebih mudah dipahami stakeholder.
2. Data Mining
Dalam data analytics, data mining dikenal juga sebagai langkah penemuan pengetahuan. Di tahap ini, kamu akan menganalisis kumpulan data dan mencari pola yang dapat memberikan pemahaman tentang masalah bisnis tertentu.
Data mining biasanya dimulai dengan menetapkan tujuan bisnis lalu diikuti pembuatan model sekaligus evaluasi hasil. Ada beberapa teknik yang bisa kamu gunakan untuk mengumpulkan pola dalam kumpulan data, termasuk neural networks dan algoritma machine learning.
3. Data Cleaning
Data cleaning adalah bagian penting dari peran seorang data analyst. Tanggung jawab ini melibatkan menghapus/memodifikasi data yang salah, tidak lengkap, terduplikasi, tidak relevan, atau tidak tepat.
Dalam tahap pengumpulan data, kemungkinan data akan terkumpul dalam berbagai format berbeda. Bahkan, ada beberapa yang bisa saja hilang. Oleh sebab itu, kamu harus memiliki skill untuk mengoreksi data dan melakukan data cleaning.
4.R
R adalah salah satu bahasa pemrograman yang paling menarik untuk bisnis karena memiliki kapasitas dalam menangani data dalam jumlah besar dan sangat kompleks. Dalam R sendiri terdapat beberapa packages yang berguna untuk menangani analisis dengan cara lebih mudah, antara lain:
Dikarenakan R menjadi salah satu tool yang sering digunakan banyak perusahaan, maka akan menjadi nilai plus jika kamu memahami dengan baik tool ini.
5.Python
Python adalah bahasa pemrograman yang sering digunakan dalam data science. Tool ini memberikan banyak perpustakaan khusus, seperti:
Dengan banyaknya fitur yang bisa kamu gunakan melalui Python, tak heran mengapa kamu diharuskan menguasai Python agar bisa mempermudah pekerjaanmu dan mengolah data dengan jumlah besar.
6. Matematika Dasar
Data analytics bermuara pada beberapa keterampilan matematika. Sebagai seorang data analyst, kamu harus mahir dalam matematika dasar.
Tidak harus menguasai semuanya atau bahkan memiliki gelar sarjana matematika, setidaknya fokuskan kemampuan kamu pada aljabar, kalkulus, probabilitas, dan statistik. Bagian itulah yang paling dibutuhkan dalam dunia data analytics.
7. SQL dan NoSQL
Structured Query Language atau SQL digunakan untuk membuat proses query, mengolah kumpulan data besar, dan memproses informasi dalam database relasional. Dengan memahami SQL, kamu bisa mengatur data mana saja yang perlu ditampilkan dan membuat data-data tersebut bisa saling berkaitan
Sementara data yang tidak terstruktur disimpan dalam database NoSQL berbentuk dokumen. NoSQL biasanya cocok digunakan untuk mengolah data yang sifatnya dinamis, seperti Google dan Facebook.
Sementara itu untuk softskill yang diperlukan dalam menjadi seorang data analis, adalah:
1. Storytelling
Storytelling membantu data analyst dalam menyampaikan hasil secara logis dan jelas kepada stakeholder. Dalam menyampaikan hasil analisis data yang sudah divisualisasi, kamu harus membangun narasi data yang kuat.
Hal ini bertujuan agar stakeholder mendapatkan pemahaman/informasi baru tentang data yang disajikan dan bisa menggunakannya untuk mendukung keputusan di masa depan.
2. Kolaborasi
Saat menjadi data analyst profesional, kamu tidak akan bekerja sendiri. Ada beberapa tim dan expert lain yang bekerja bersama kamu, seperti web developer, engineer, dan data scientist. Dengan demikian, kamu harus merasa nyaman bekerja dengan para stakeholder internal maupun eksternal.
Jiwa kolaborasi yang kuat menjadikan hubungan dengan pihak lain menjadi harmonis dan komunikasi berjalan lancar.
3. Decision-making
Saat berurusan dengan banyak data, kamu akan dihadapkan pada beberapa pilihan, misalnya kamu harus memutuskan tool mana yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan dan memudahkan dalam mengambil keputusan.
Data hadir agar suatu perusahaan bisa membuat keputusan terbaik atas langkah yang diambil. Kamu harus mengidentifikasi risiko hingga akhirnya memutuskan peluang mana yang paling menguntungkan. Memiliki skill decision-making yang baik membuat kamu, tim, hingga perusahaan tidak akan salah langkah dalam mengambil keputusan bisnis.
4. Komunikasi
Tak hanya data analyst, hampir setiap pekerjaan pasti membutuhkan skill komunikasi. Keterampilan ini adalah keterampilan utama yang harus dimiliki profesional.
Kamu harus memiliki kemampuan untuk menghubungkan orientasi bisnis dengan aspek ilmiah, analitis, dan teknis. Maka dari itu, kamu diminta mengomunikasikan temuan-temuan terkait data kepada banyak stakeholder.
Hasil analisis tersebut harus tersampaikan secara efektif, baik untuk orang teknis maupun non-teknis.
5. Critical Thinking
Menjadi seorang data analyst mengartikan kamu harus berpikir kritis. Artinya, kamu perlu mengajukan pertanyaan atas berbagai permasalahan yang terjadi agar setelahnya berusaha memecahkan dan mendapatkan informasi yang benar dari data yang telah dianalisis.
Dalam menganalisis data, bisa jadi hasilnya tidak begitu jelas. Saat itulah kamu harus menunjukkan skill critical thinking kamu.
2. Dari tingkat pemula (entry level), pertengahan (middle level), dan tingkat lanjut (advance) pada karir IT tersebut, kemampuan apa saja yang perlu dimiliki untuk meningkatkan karir dari entry hingga ke advance?
Jawab
1. Entry-Level
Sebagai pemula, kamu akan memulai karir dengan menempati posisi entry-level terlebih dahulu atau biasa disebut junior data analyst.
Di sini, kamu bertanggung jawab untuk mengekstrak data, data cleaning, analisis data, dan membagikan hasil temuan data tersebut kepada pihak-pihak yang membutuhkan, misalnya tim marketing atau sales.
Terlepas dari gelar formal (sarjana atau magister), untuk menjadi junior data analyst setidaknya kamu sudah harus memahami hal-hal berikut:
- Tools visualisasi data (seperti Excel, Tableau, PowerBI).
- Pengetahuan dasar ilmu data dan statistik.
- Pengetahuan dan keahlian tentang SQL.
Sebagai junior data analyst, tanggung jawab yang umumnya diberikan adalah:
- Mencatat informasi-informasi penting ke Tableau.
- Mengembangkan aplikasi Java untuk otomatisasi file re-format.
- Mengotomatisasi proses untuk menarik dan mengumpulkan data.
- Menggunakan tools data analytics prediktif untuk menganalisis bisnis dan memperkirakan tren.
- Melakukan ekstraksi, pemrosesan, manipulasi, dan penyimpanan data.
2. Mid-Level
Setelah memiliki cukup pengalaman di entry-level, kamu akan melanjutkan karir ke mid-level. Seberapa cepat karir menuju jenjang ini bervariasi, tergantung ukuran perusahaan dan apakah kamu dapat berkembang dengan cepat di organisasi itu.
Pada mid-level, skill dan keterampilan yang kamu miliki juga harus meningkat, seperti:
- Mahir dalam SQL.
- Memiliki 2 hingga 5 tahun pengalaman berkaitan dengan data.
- Memahami pemrograman dengan baik dan memiliki pengetahuan mendalam tentang bahasa pemrograman, seperti Python atau R.
- Memahami tantangan bisnis dan mampu menghadirkan solusi berbasis data yang bisa ditindaklanjuti.
- Mengelola proyek analitik dari awal hingga akhir (integrasi data, analisis, pelaporan).
Agar memiliki gambaran lebih jelas, inilah beberapa tugas data analyst posisi mid-level:
- Berkolaborasi dengan tim engineer dan tim produk lain untuk menguji teori dan menganalisis dampak peluncuran sebuah produk.
- Menyampaikan wawasan, laporan, dan rekomendasi berdasarkan data statistik guna mendorong kesuksesan organisasi/perusahaan.
- Membangun solusi inovatif bersama stakeholder dengan tujuan meningkatkan pendapatan perusahaan sekaligus mempertahankan aliansi.
- Secara proaktif menyarankan project yang dapat mempengaruhi pendapatan perusahaan, menentukan tujuan dan sasaran project, serta menyarankan strategi untuk mencapai tujuan tersebut.
3. Senior Level atau Posisi Manajerial
Jenjang karir data analyst berkaitan erat dengan seberapa besar skill yang dimiliki seseorang. Semakin banyak skill dan pengalamannya, karir di bidang data analytics juga semakin naik.
Skill yang dimaksud di sini bukan hanya kemampuan teknis yang berkaitan dengan data, melainkan juga soft skill, seperti komunikasi, kolaborasi, hingga adaptasi.
Setelah menduduki posisi mid-level setidaknya 5 tahun, seorang data analyst bisa naik ke jabatan senior level. Di posisi ini, ia akan ketambahan tugas manajerial.
Untuk itu, perlu fokus mengembangkan skill leadership, tanpa meninggalkan skill teknis. Inilah beberapa tugas senior data analyst:
- Mengarahkan, mengatur, dan memimpin semua proyek analisis data.
- Menetapkan alur kerja data analytics, kriteria kualitas, dan metrik kinerja.
- Mengelola desain teknis dan pengembangan alat analisis data baru.
- Merekrut, mempekerjakan, dan melatih anggota tim baru dari tingkat junior ke atas.
- Meninjau dan menyetujui rencana proyek.
- Memastikan bahwa strategi analisis data sejalan dengan tujuan bisnis.
Sebagai senior data analyst, kamu diharuskan mengarahkan dan mengembangkan keahlian tim secara keseluruhan agar project yang dilaksanakan perusahaan bisa berjalan maksimal. Kamu juga berkewajiban untuk membangun komunikasi ke semua anggota tim dan memastikan mereka memahami peran masing-masing dengan jelas.
4. Spesialisasi
Beberapa orang mungkin memutuskan untuk menjajaki posisi manajerial, namun beberapa lainnya juga bisa mengambil jalur karir sebagai spesialis.
Di tahap spesialis, kamu akan mulai memilih dan mengasah keahlian di bidang tertentu sesuai keinginan, misalnya kamu ingin fokus mengelola data di bidang kesehatan, keuangan, machine learning, atau lainnya.
Mengingat banyaknya kebutuhan data analyst di hampir seluruh sektor industri, kamu dapat lebih mudah memilih sesuai bidang minat, seperti:
- Financial analyst
- Healthcare analyst
- Machine learning analyst
- Social data analyst
- Insurance underwriting analyst
- Digital marketing analyst
- Systems analyst
- Operations analyst
5. Konsultan
Apabila sudah berkarir selama setidaknya 6 atau 7 tahun di dunia data analytics, kamu dapat mengepakkan karir sebagai konsultan data analytics. Pada dasarnya, konsultan melakukan pekerjaan yang sama dengan data analytics, namun mereka memiliki berbagai klien berbeda antara satu perusahaan dengan perusahaan lain.
Sebagai konsultan data analytics, nantinya kamu bertanggung jawab memberikan saran yang berkaitan dengan rencana perusahaan/klien. Oleh sebab itu, memiliki pemahaman yang kuat tentang data management system dan kemampuan strategic analytic adalah hal wajib.
Berikut beberapa tugas konsultan data analytics yang umum di dunia kerja:
- Menganalisis data dari berbagai sumber untuk dijadikan wawasan yang bisa ditindaklanjuti dan direkomendasikan pada klien/stakeholder.
- Merencanakan dan mengembangkan strategi marketing berdasarkan data yang sesuai dengan sasaran campaign.
- Menganalisis dan membangun metode inovatif berhubungan dengan pengumpulan data klien.
- Menjadi mitra bagi klien dengan membangun interaksi, memberikan saran, sekaligus mendukung mereka saat menjalani transformasi digital.
3. Pada bisnis industri apa karir tersebut dapat ditemui?
Sebagai data analyst, kita bisa bekerja di banyak industri termasuk bisnis, keuangan, sains, kedokteran, maupun pemerintahan.