Jurnal Perkuliahan Minggu 10 Jaringan Komputer oleh Haikal Algivari
Nama : Haikal Algivari
NPM : 2215061093
Kelas : PSTI A
Mata Kuliah : Jaringan Komputer
Dosen Pengampu : Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I
Topik : IP Addressing
A. IP Address
IP adalah singkatan dari Internet Protocol, atau dalam bahasa Indonesia berarti Protokol Internet. Jadi, IP address atau internet protocol address adalah alamat protokol internet (alamat IP) yang mengidentifikasi segala perangkat yang terhubung ke jaringan, baik jaringan internet pada umumnya maupun lokal.
Saat kita mengunjungi sebuah website, perangkat yang kita gunakan perlu menemukan lokasi data website tersebut untuk kemudian mengambil datanya dan menyajikannya kepada kita. Bayangkan kita menuliskan alamat rumah lengkap dengan nomornya untuk menerima paket dari Ecommerce. Seperti itulah kira-kira fungsi alamat IP ini.
Jadi, apabila diibaratkan, IP address adalah nomor rumah yang berfungsi untuk memastikan bahwa paket (data) dikirim ke rumah (perangkat) yang tepat. Dengan kata lain, fungsi IP address adalah sebagai media komunikasi bagi suatu perangkat agar permintaan untuknya diarahkan ke tujuan yang tepat melalui jaringan.
Cara kerja IP address adalah pertama-tama komputer terhubung ke router jaringan yang biasanya disediakan oleh penyedia layanan internet (ISP). Kemudian, router akan berkomunikasi dengan server tempat website disimpan untuk mengakses file yang perlu dikirim kembali ke komputer kita. Komputer, router, dan server memiliki IP address tertentu yang bisa dikenali satu sama lain. Oleh karena itu, dengan alamat inilah masing-masing perangkat bisa berkomunikasi, mengambil data, dan mengirimkannya.
IP address memiliki 2 versi, yaitu sebagai berikut:
- IPv4, merupakan alamat IP yang paling umum digunakan, dengan panjang 32-bit dan empat bagian (oktet) yang dipisahkan oleh titik. Nilai setiap oktet berkisar dari 0 – 255. Kepanjangan IPv4 yaitu Internet Protocol version 4. Dengan kemungkinan ini, bisa disimpulkan bahwa saat ini ada sekitar 4,3 miliar alamat IPv4 yang berbeda di seluruh dunia. Contoh IPv4 adalah seperti 169.89.131.246, 192.0. 2.146, dan 01.102.103.104. Karena merupakan yang paling banyak digunakan, saat ini hampir semua sistem pasti bisa menangani routing IPv4 tanpa masalah. Selain itu, alamat IPv4 mendukung mayoritas topologi jaringan karena prefiksnya yang sederhana. Data dalam address packet IPv4 juga dienkripsi dengan baik untuk memastikan komunikasi yang aman antar jaringan.
- IPv6, merupakan versi IP address yang lebih baru dari IPv4, dimaksudkan untuk menggantikan IPv4 karena variasi IPv4 yang kini mulai terbatas. Kalau IPv4 memiliki panjang 32 bit, panjang IPv6 mencapai 128 bit. Artinya, ada sekitar 340 undecillion (angka di belakang digit pertamanya ada 66!) alamat IPv6 yang berbeda. IPv6 ditulis dalam rangkaian digit heksadesimal 16 bit dan huruf, dipisahkan oleh titik dua. Jadi, pada jenis IP address ini, Anda akan menjumpai huruf dari A sampai F. Contoh IPv6 seperti 2001:3FFE:9D38:FE75:A95A:1C48:50DF:6AB8. Dengan IPv6, routing akan menjadi lebih efisien karena memungkinkan penyedia layanan internet meminimalkan ukuran tabel routing. IPv6 juga menggunakan Internet Protocol Security (IPsec), jadi kita tidak perlu cemas dengan autentikasi, kerahasiaan, dan integritas data. Terlebih lagi, IPv6 tidak memiliki IP checksum sehingga pemrosesan packet menjadi lebih efisien, dan mendukung multicast. Hasilnya, transmisi data pun bisa dikirim ke beberapa tujuan sekaligus sehingga akan menghemat bandwidth jaringan.
Selain itu, juga terdapat 4 jenis pengguna IP address, yaitu sebagai berikut:
- Private IP, merupakan jenis IP address yang digunakan untuk berkomunikasi dalam jaringan lokal, misalnya melalui Bluetooth atau LAN. Perangkat seperti laptop, handphone, atau komputer yang dilengkapi Bluetooth dan bisa terhubung ke jaringan lokal memiliki IP private sendiri. Jadi, jenis IP address ini tidak bisa digunakan untuk jaringan internet. Versi IP ini tersedia gratis untuk digunakan.
- Public IP, merupakan jenis IP address publik yang digunakan untuk berkomunikasi di luar jaringan lokal dan terhubung ke internet. Berkebalikan dengan private IP address, IP address publik tidak tersedia gratis karena diberikan dan dikontrol oleh penyedia layanan internet (ISP).
- Dynamic IP atau Alamat IP Dinamis merupakan IP yang sifatnya berubah-ubah, yang diberikan oleh penyedia layanan internet kepada pelanggannya. Alamat ini biasanya digunakan karena alasan keamanan. Sifatnya yang berubah-ubah dimaksudkan untuk mempersulit para hacker mengakses antarmuka jaringan. IP dinamis selalu berganti setiap kali perangkat baru ditambahkan ke jaringan, saat konfigurasi jaringan berubah, atau saat perangkat reboot. Jadi, kalau kita menggunakan layanan internet dari suatu penyedia, IP di sekitar kita pun tidak selalu sama.
- Static IP atau Alamat IP Statis merupakan kebalikan dari jenis IP dinamis, dengan rangkaian angka yang tetap dan tidak berganti-ganti. Jenis protokol ini akan tetap sama, kecuali ada perubahan pada administrasi jaringan. Pengguna akhir umumnya tidak memerlukan alamat ini. Namun, jenis IP ini diperlukan untuk perangkat yang memerlukan akses tetap, atau jika kita sering terhubung ke jaringan pribadi. Contohnya, perangkat seperti printer bersama harus memiliki static IP agar orang-orang di kantor dapat terhubung dengan mudah untuk menggunakannya. Selain itu, perusahaan web hosting memerlukan IP statis karena klien memerlukan akses tetap ke web server dan email mereka. Jadi, ini akan mempermudah permintaan untuk menuju IP address yang benar melalui Domain Name System (DNS).
B. Default Gateway
Sebelum itu, kita harus mengetahui terlebih dahulu apa itu gateway. Gateway adalah suatu perangkat yang digunakan untuk menghubungkan jaringan antara satu perangkat komputer dengan lainnya. Ini dikarenakan masing-masing perangkat memang punya protokol komunikasi beda-beda, sehingga harus disambungkan melalui gateway tersebut.
Gateway dapat menjadi penghubung antara satu jaringan dengan jaringan lain meski jaringan tersebut punya arsitektur dan pola topologi berbeda. Selain itu, gateway dapat menghubungkan jaringan komputer besar dengan besar, lalu juga besar dengan kecil.
Peran internet gateway adalah memperluas fungsi dari router dengan melakukan terjamahan data dan konversi protokol. Seperti halnya router dapat bertindak sebagai gateway dalam suatu jaringan. Dengan menerapkan cara yang sama, switch, server, serta firewall pun bisa dipergunakan sebagai gateway pada tempat yang berbeda dengan menyesuaikan kebutuhan yang ada.
Default gateway adalah gateway yang digunakan oleh komputer atau perangkat lainnya dalam mengakses jaringan internet atau jaringan lain yang berbeda. Gateway ini biasanya dikonfigurasi oleh administrator jaringan dan memiliki alamat IP tertentu. Default gateway juga dikenal sebagai router, yang menentukan bagaimana informasi dikirimkan antara dua jaringan yang berbeda.
Letak dari default gateway biasanya terletak pada router untuk jaringan yang besar atau tethering untuk jaringan yang kecil. Jika dalam suatu jaringan terdapat 2 router, yang di mana 1 router yang pertama kali keluar dari LAN, sedangkan router lainnya digunakan untuk keamanan. Maka default gateway-nya ialah router yang letaknya pertama kali keluar dari LAN.
C. Subnet Mask
Subnet mask adalah cara yang digunakan untuk menambah jaringan. Subnet mask dikenal sebagai bagian penting dari internet protocol (IP) dan digunakan bersama dengan alamat IP untuk mengidentifikasi host dalam jaringan. Subnet mask juga digunakan untuk menentukan bagian mana dari alamat IP yang merupakan alamat jaringan dan bagian mana yang merupakan alamat host. Jika dilihat secara teknis, subnet mask bisa disebut sebagai serangkaian bit biner yang panjangnya sama dengan panjang alamat IP. Setiap bit dalam subnet mask menunjukkan apakah bit yang sesuai dalam alamat IP tersebut merupakan bagian dari alamat jaringan (bernilai 1) atau alamat host (bernilai 0).
Dalam jaringan komputer, subnet mask memiliki peran yang begitu penting, yaitu membantu mengatur aliran data, melakukan identifikasi jaringan, serta memastikan keamanan. Adapun fungsi dari subnet mask secara rinci adalah:
- Melakukan efisiensi alokasi alamat IP sehingga bisa meningkatkan kinerja alamat IP agar berjalan lebih optimal
- Memisahkan jaringan serta memastikan data hanya bisa dikirim oleh host yang mempunyai alamat IP yang sesuai
- Menangani masalah pada hardware
- Mengurangi traffic jaringan akibat host yang terlalu banyak pada suatu jaringan komputer
- Meningkatkan kinerja jaringan serta memastikan tidak terjadi gangguan pada data saat melewati jaringan
- Mencegah terjadinya serangan siber pada jaringan dengan menjaga keamanan
Subnet pada dasarnya memiliki penunjuk yang mirip seperti prefix, di mana setiap bit dari IP address-nya termasuk ke dalam Network ID. Bit yang di-set ke nilai 1 digunakan untuk network identifier, sedangkan nilai 0 untuk host identifier. Berikut format penggunaannya:
IP address kelas A
- Binary: 11111111.00000000.00000000.00000000
- Decimal: 255.0.0.0
- Prefix: /8
IP address kelas B
- Binary: 11111111.11111111.00000000.00000000
- Decimal: 255.255.0.0
- Prefix: /16
IP address kelas C
- Binary: 11111111.11111111.11111111.00000000
- Decimal: 255.255.255.0
- Prefix: /24
Ada dua metode yang dapat kita gunakan untuk menghitung subnet, yakni binary dan khusus. Baik metode manapun, unsur terpenting dalam perhitungan ini adalah empat poin ini: jumlah subnet > jumlah host tiap subnet > blok subnet > alamat host-broadcast.
Penulisan IP address paling umum adalah 192.168.1.2 atau 192.168.1.2/24. Tulisan paling akhir /24 diambil dari perhitungan nilai subnet mask 24 bit diselubungi dengan binary 1.
Artinya, subnet mask tersebut adalah 11111111.11111111.11111111.00000000 (binary) atau 255.255.255.0 (decimal). Konsep ini dikenal dengan istilah Classless Inter-Domain Routing (CIDR) yang mulai diperkenalkan oleh IEFT pada tahun 1992 silam.
- Untuk menemukan jumlah subnet-nya, kita dapat menggunakan rumus jumlah subnet = 2x. Dalam hal ini, variabel ‘X’ yang dimaksud adalah binary 1 pada oktet terakhir kelas B dan binary 3 pada oktet terakhir kelas A.
- Untuk menemukan jumlah host tiap subnet, kita dapat menggunakan rumus 2y – 2. Variabel ‘Y’ di sini merupakan kebalikan dari ‘X’, yakni binary 0 pada oktet terakhir subnet.
- Untuk menemukan blok subnet, kita dapat menggunakan rumus 256 – 192 atau nilai oktet terakhir subnet mask = 64.
- Untuk menemukan host-broadcast, kita hanya perlu membuat kolom tabel subnet, host awal, host akhir, dan broadcast.
Jika proses subnetting IP address kelas C selesai, selanjutnya kamu hanya perlu melakukan metode perhitungan yang sama untuk setiap subnet lainnya.