Jurnal Perkuliahan Minggu 12 Jaringan Komputer oleh Haikal Algivari
Nama: Haikal Algivari
NPM: 2215061093
Kelas: PSTI A
Mata Kuliah: Jaringan Komputer
Dosen Pengampu: Rio Ariestia Pradipta, S.Kom, M.T.I
Topik: Cabling
A. Definisi
Secara istilah, kabel jaringan dapat diartikan sebagai hardware atau perangkat keras berupa kabel yang berfungsi untuk mentransmisikan paket data dari satu perangkat jaringan ke perangkat yang lain dalam sebuah topologi jaringan.
Sebagai contoh, untuk menghubungkan suatu modem ke komputer, kita memerlukan kabel UTP sebagai media transmisi datanya. Sedangkan modem tertentu mengirim paket data ke internet menggunakan kabel fiber optik karena memiliki kemampuan transfer data yang lebih cepat. Atau, meskipun kita memakai wireless router sebagai media transmisi data yang menghubungkan HP dengan internet, peran kabel jaringan tidak dapat dihilangkan begitu saja. Karena untuk menghubungkan wireless router tersebut dengan modem tetap dibutuhkan kabel UTP. Kecuali jika kita mengakses internet menggunakan kuota dari kartu SIM, maka peran kabel jaringan dapat dihilangkan sama sekali.
Kabel jaringan memiliki beberapa kelebihan, yaitu sebagai berikut
- Jangkauan kabel jaringan dapat lebih luas bila dibandingkan dengan WiFi, bahkan dapat menjangkau daerah pelosok.
- Biaya untuk pembangunan jaringan menggunakan kabel cenderung lebih murah.
- Koneksi lebih stabil dan aman dari gangguan.
- Transmisi data tidak terganggu oleh bangunan beton, cuaca buruk, dan faktor alam lainnya.
Selain itu, kabel jarinan juga memiliki beberapa kekurangan seperti berikut:
- Troubleshooting karena kerusakan kabel sulit untuk ditemukan.
- Membutuhkan banyak sekali kabel untuk menjangkau setiap tempat.
- Cenderung tidak rapi saat pemasangan.
B. Kabel Twisted Pair
Jenis kabel jaringan yang pertama dan yang paling banyak digunakan adalah kabel twisted pair. Kabel ini memiliki arsitektur berupa 8 kabel kecil berwarna yang dipilin/diputar sehingga lebih padat ketika dibungkus dengan isolator. Kabel twisted pair memiliki 3 jenis:
1. UTP (Unshielded Twisted Pair)
Kabel UTP merupakan salah satu jenis dari kabel twisted pair yang tidak memiliki pelindung bagian dalam. Inilah kenapa dinamakan unshielded. Dalam satu kabel UTP terdapat kabel-kabel kecil yang terdiri dari 8 warna, antara lain: Putih oren, Oren, Putih hijau, Hijau, Putih biru, Biru, Putih Coklat, Coklat. Berikut adalah uraian dari setiap warna dan tugasnya:
- Kabel warna putih oren bertugas sebagai jalur paket data;
- Kabel warna oren bertugas sebagai jalur paket data;
- Kabel warna putih hijau bertugas sebagai jalur paket data;
- Kabel warna hijau bertugas sebagai jalur paket data;
- Kabel warna putih biru bertugas sebagai jalur paket suara;
- Kabel warna biru bertugas sebagai jalur suara;
- Kabel warna putih coklat bertugas sebagai konduktor tegangan DC;
- Kabel warna coklat bertugas sebagai konduktor tegangan DC.
Warna dari kabel tersebut memiliki standarnya tersendiri dalam mengurutkannya. Standarnya ialah T568A dengan urutan PH-H-PO-B-PB-O-PC-C dan T568B dengan urutan PO-O-PH-B-PB-H-PC-C. Jika kedua ujung kabel menggunakan standar T568A ataupun T568B, maka kabel tersebut termasuk tipe ethernet straight-through. Sedangkan jika kedua ujung kabel menggunakan 2 standar yang berbeda, maka kabel tersebut termasuk ke dalam tipe ethernet crossover.
Kabel ini sering kita jumpai di warnet-warnet atau internet rumahan. Alasannya karena harga dari UTP cenderung murah dan mudah didapatkan.
2. STP (Shielded Twisted Pair)
Jenis kabel twisted pair yang kedua adalah STP atau Shielded Twisted Pair. Dari namanya sudah dapat ditebak bahwa kabel ini merupakan kebalikan dari UTP. Artinya kabel STP memiliki lapisan pelindung berupa alumunium foil sebagai penghalau gangguan elektromagnetik, sehingga cenderung lebih aman dari gangguan jaringan.
3. FTP (Foiled Twisted Pair)
Ketiga ada FTP atau Foiled Twisted Pair. Jenis kabel twisted pair ini hampir sama dengan STP yang memiliki lapisan alumunium foil sebagai pelindung kabel bagian dalam, sehingga kabel ini cenderung lebih tahan gangguan elektromagnetik yang akan memengaruhi jaringan.
C. Kabel Coaxial
Kabel jaringan kedua ada coaxial. Kabel ini merupakan kabel yang dipakai untuk mentransmisikan sinyal elektrik dengan frekuensi tinggi melalui core tunggal yang berada tepat di tengah kabel. Secara umum, kabel ini sering dijumpai di perangkat televisi atau antena. Namun, ternyata kabel ini juga dapat dipakai untuk membangun jaringan komputer dan menghubungkannya ke internet.
Secara arsitektur kabel ini memiliki 3 lapisan yang semuanya memiliki fungsinya masing-masing. Di lapisan pertama terdapat insulator yang berfungsi untuk melindungi core dan mencegah terjadinya crosstalk. Di lapisan kedua terdapat metallic shield yang mempunyai fungsi untuk mencegah gangguan elektromagnetik dari luar yang dapat menggangu proses transmisi data. Metallic shield ini juga berperan penting untuk mencegah terjadinya kebocoran sinyal. Ada dua varian yang sering dijumpai dari metallix shield ini, yaitu shield berbentuk foil dan shiel berbentuk anyaman. Di lapisan terakhir atau lapisan terluar terdapat isolator yang sering disebut jacket yang berfungsi untuk melindungi kabel dari kondisi lingkungan di sekitarnya.
Saat ini kabel coaxial sudah mulai ditinggalkan untuk membuat jaringan komputer. Pasalnya, port BNC dalam motherboard komputer sudah jarang ditemui. Padahal kabel ini sangat populer di tahun 1980-an hingga awal tahun 1990.
Berikut merupakan kelebihan dari kabel coaxial:
- Masa penggunaan lebih panjang.
- Harganya murah.
- Transmisi data lumayan cepat.
- Resiko kehilangan sinyal rendah.
Adapun kekurangannya sebagia berikut:
- Pemasangan konektor BNC tergolong susah.
- Kabel kaku sehingga sulit ketika instalasi dan perawatan.
- Membutuhkan repeater tambahan.
D. Kabel Fiber Optik (FO)
Jenis kabel jaringan yang ketiga adalah fiber optik atau yang lebih sering dikenal dengan sebutan FO. Seperti namanya, kabel ini memiliki arsitektur berupa serabut kaca atau plastik berukuran kecil (sekitar 120 mikrometer). Hal ini membuat FO menjadi kabel jaringan tercepat dalam mentransmisikan data. Kecepatnnya dapat mencapai 100 Gbps dengan jarak transmisi maksimal dapat mencapai ribuan kilometer. Inilah alasan mengapa ISP di Indonesia mulai menggunakan kabel ini untuk memberikan layanan kepada pelanggannya.
Berikut merupakan kelebihan dari kabel fiber optik:
- Mentransmisikan data dengan kecepatan tinggi.
- Bandwidth sangat besar.
- Jangkauan wilayahnya sangat luas.
- Kabel cenderung awet dari gangguan elektromagnetik karena ditanam di dalam tanah.
- Fitur keamanan yang kuat.
Selain itu, kabel ini juga memiliki beberapa kelemahan sebagai berikut:
- Harga kabel FO sangat mahal bila dibandingkan dengan kabel jaringan yang lain.
- Proses instalasi yang rumit.
- Butuh profesional untuk memperbaiki kerusakan.